Bernazar

(Janji Iman)-part 1

Pernahkan anda bernazar kepada Tuhan? 

Suatu nazar adalah suatu janji kepada Tuhan.

Memang ada juga nazar yang biasa dilakukan oleh orang-orang di luar Tuhan dengan melakukan perjanjian dengan setan. Namun ada perbedaan antara nazar kepada Tuhan dengan perjanjian kepada setan. Perjanjian dengan setan biasanya dituntut oleh setan sendiri. Tuntutan setan biasa sangat berat, bisa berupa kematian. Tetapi nazar kepada Tuhan dibuat oleh orang itu sendiri dan Tuhan tidak pernah menuntut apa-apa dari kita. Kita yang memohon pertolongan Tuhan dan membuat nazar untuk menunjukkan komitmen kita pada Tuhan. Sebenarnya tanpa membuat nazar juga Tuhan akan menolong siapa saja asalkan ia berdoa dan memintanya dengan sungguh-sungguh.

Tuhan sebenarnya tidak menuntut nazar dari kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang murah hati. Ia akan memberikan kita bila kita memohon dengan sungguh-sungguh kepada Dia. Banyak orang memohon kepada Tuhan tanpa harus dengan membuat nazar, dan Tuhan mengabulkan doa mereka.

Pertanyaannya, mengapa nazar itu jadi penting disini? Nazar adalah komitmen kita kepada Tuhan. Nazar itu datang dari dalam hati kita sebagai ucapan terima kasih kita kepada Tuhan. Sebagai orang yang telah diberkati, kita mengucap syukur kepada Tuhan. Nazar kita adalah suatu komitmen kita untuk memuliakan Tuhan, bukan suatu balas jasa kepada Tuhan. Tidak ada seorangpun yang dapat memberikan sesuatu kepada Tuhan, karena Tuhan memiliki segala sesuatu dan Dia yang memberikan segala sesuatu kepada kita. Tuhan hanya meinginkan suatu hubungan akrab dengan kita. Ia menginginkan kita berada di dalam Dia dan bersandar kepada Dia. Ucapan terima kasih kepada Tuhan adalah bentuk hati kita yang bersyukur. Kalau kita bersyukur, kita menghormati pemberian Tuhan. Kita bersykur karena kita telah diselamatkan, telah di tolong untuk keluar dari penderitaan. Itulah sebenarnya arti nazar kita kepada Tuhan.

Hana bernazar kepada Tuhan, dan Tuhan mengabulkan doa Hana. Karena ia baru memiliki seorang anak laki-laki satu-satunya. Namun Hana menepati janjinya kepada Tuhan. Ia menyerahkan anak itu kepada Imam Eli untuk melayani Tuhan. Kemudian anak itu menjadi Imam yang sangat besar yaitu Samuel. Ia yang memilih Saul, dan Ia juga yang mengurapi Daud menjadi raja di Israel. Dan dari keturunan Daud lahirlah Yesus.

Genapilah nazar yang sudah anda buat kepada Dia dengan janji yang sungguh-sungguh. Dia melihat hatimu bukan melihat seberapa besar yang sudah kamu janjikan buat Dia.

Semoga menjadi berkat.
Tuhan memberkati.

Cara Mengundang Suami datang ke Jepang

Mengundang Keluarga Ke Jepang

Jika anda ingin sekolah di Jepang ditemani suami dan keluarga. Tulisan ini berdasarkan pengalaman saya ketika saya mendapat beasiswa sekolah di Jepang sementara saya baru menikah dan suami saya masih tinggal di Indonesia.

Caranya mudah saja, saya hanya megurus CoE (Certificate of Eligibility) dari pihak Imigrasi Jepang.

Pertama, download dan isi form aplikasi CoE di http://www.immi-moj.go.jp/english/tetuduki/kanri/shyorui/01-format.html. Kedua, lengkapi persyaratan : Surat nikah asli, fotocopy dan terjemahan; akta nikah (istri dan anak) asli, copy dan terjemahan; foto copy paspor semua anggota keluarga; foto masing-masing anggota keluarga 3X4, foto copy resident card, guarantee letter beasiswa/ scholarship certificate atau copy buku tabungan yang menunjukkan kita sanggup membiayai dan surat pernyataan dari kampus bahwa kita terdaftar sebagai mahasiswa (surat ini biasanya bisa didapatkan melalui mesin otomatis di kampus). Terjemahan kedalam bahasa Inggris cukup dilakukan sendiri, tak perlu pake penerjemah tersumpah segala. Kemudian pastikan, sewaktu berangkat dari Indonesia kita membawa dokumen asli surat nikah dan akta kelahiran semua anggota keluarga yang mau datang ke Jepang. Persyaratan lain yang tidak terduga adalah semua berkas-berkas yang membuktikan bahwa saya telah menikah. Seperti contohnya foto saat berpacaran dan kapan, dimana pertama bertemu dan bukti-bukti lainnya seperti tiket, email dan bukti lain yang menunjukkan bahwa memang benar-benar yang saya nikahi adalah sesuai dengan yang tertera pada surat menikah. Waktu itu saya membuat cerita panjang mengenai pertemuan saya dengan suami saya pertama kali sampai saya menikah dilengkapi bukti foto-foto. Hampir 25 lembar yang membuktikan saya telah menikah mungkin karena usia pernikahan saya baru 6 bulan.

Setelah persyaratan lengkap maka hanya meunggu CoE turun, kurang lebih 3 minggu menunggu jawaban diterima atau tidak aplikasi yang saya ajukan. Setelah mendapatkan CoE lalu saya kirim ke Indonesia. Suami saya tinggal datang ke kantor kedutaan Jepang (Jakarta).  Syarat pembuatan visa bisa dicek di http://www.id.emb-japan.go.jp/visa_4.html.

Tidak susah mengundang suami atau anak sekalipun asalakan birokrasinya dipatuhi dan dilakukan secara detail.

Selamat mencoba 🙂

 

Thank you!

“I am so glad I found your site. It has helped me in so many ways, and has given me more confidence about myself and my work. Thank you for making this valuable resource, for me and my fellow writers. Perhaps you’ll hear about me someday…I’ll owe it to you.”

“I am so glad I found your site. It has helped me in so many ways, and has given me more confidence about myself and my work. Thank you for making this valuable resource, for me and my fellow writers. Perhaps you’ll hear about me someday…I’ll owe it to you.” 

Happy ….

20130109-020348.jpg

20130109-020410.jpg

20130109-020436.jpg

rinapurba

TUJUAN PERKAWINAN MENURUT RENCANA ALLAH

Perkawinan itu adalah proyeknya Allah, karenanya perkawinan itu bersifat kudus dan ilahi. Allah sendirilah perancang perkawinan itu, karenanya Allah pun memiliki kepentingan di atas berdirinya keluarga Kristen. Kpentingan ini lebih berfokus pada manusia daripada Allah.
1. Untuk membuat kehidupan manusia menjadi baik
Di atas Kitab Pengkhotbah telah menyatakan bahwa hidup berdua itu lebih baik daripada hidup seorang diri. Kejadian 2:15 menyatakan bahwa “tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja.” Kalau demikian apakah yang baik bagi manusia dalam perkawinannya? Yang baik bagi manusia bahwasanya mereka dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya seperti di atas, sehingga tidak menimbulkan dosa dan kerusakan kehidupan. Mereka saling melengkapi, saling menutupi kelemahan, saling berbagi baik suka maupun duka. Lebih dari itu mereka mengalami ketenangan dan damai sejahtera.
2. Untuk mewarisi berkat-berkat Allah
Karya Allah itu sempurna. Allah telah menciptakan segala sesuatu sebelum manusia diciptakan. Dan setelah manusia ada semuanya itu diberikan kepada manusia…

Lihat pos aslinya 757 kata lagi

Kebahagiaan dalam pernikahan

TUJUAN PERKAWINAN MENURUT RENCANA ALLAH

Perkawinan itu adalah proyeknya Allah, karenanya perkawinan itu bersifat kudus dan ilahi. Allah sendirilah perancang perkawinan itu, karenanya Allah pun memiliki kepentingan di atas berdirinya keluarga Kristen. Kpentingan ini lebih berfokus pada manusia daripada Allah.
1. Untuk membuat kehidupan manusia menjadi baik
Di atas Kitab Pengkhotbah telah menyatakan bahwa hidup berdua itu lebih baik daripada hidup seorang diri. Kejadian 2:15 menyatakan bahwa “tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja.” Kalau demikian apakah yang baik bagi manusia dalam perkawinannya? Yang baik bagi manusia bahwasanya mereka dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya seperti di atas, sehingga tidak menimbulkan dosa dan kerusakan kehidupan. Mereka saling melengkapi, saling menutupi kelemahan, saling berbagi baik suka maupun duka. Lebih dari itu mereka mengalami ketenangan dan damai sejahtera.
2. Untuk mewarisi berkat-berkat Allah
Karya Allah itu sempurna. Allah telah menciptakan segala sesuatu sebelum manusia diciptakan. Dan setelah manusia ada semuanya itu diberikan kepada manusia untuk dipelihara, dikuasai dan ditaklukkan. Ada tiga macam berkat Allah kepada manusia, yaitu keturunan, kekuasaan dan berkat-berkat materi.
a. Berkat keturunan (Kej 1:28a)
Betapa indahnya memiliki anak. Anak adalah berkat Tuhan. Keluarga yang memiliki anak adalah keluarga yang dipercaya oleh Tuhan, suatu kebanggaan dan pengharapan. Tetapi sayang tidak semua orang bersyukur dan berbangga mempunyai anak.Ada orang-orang tertentu yang ketakutan memiliki anak. Mungkin karena faktor kesulitan ekonomi, ketidaksiapan atau aib. Berlakulah seperti Hana, ketika Tuhan menganu-gerahkan Samuel kepadanya; dia mengucap syukur dan mempersembahkan anak itu kepada Tuhan (1 Sam 1).
b. Berkat kekuasaan (Kej 1:28b)
Kekuasaan itu datangnya dari Tuhan untuk dilakukan sebagaimana Allah mau dan bagi kemuliaan nama-Nya. Tetapi sayang banyak orang yang mabuk kekuasaan dan lupa diri bahwa kekuasaan adalah milik Tuhan yang dipercayakan kepadanya. Perhatikan pernyataan raja Nebukadnezar: “… ‘Bukankah itu Babel yang besar itu, yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku telah kubangun menjadi kota kerajaan?” (Dan 4:30).
Hal serupa dilakukan pula oleh anak-anak imam Eli, Hofni dan Penehas. Mereka tidak takut kepada Tuhan dan kepada siapapun. Mereka memperlakukan jemaat secara kasar dan semana-mena. Persembahan-persembahan jemaat yang dibawa kepada Tuhan terlebih dahulu dihadang dan diambil dengan paksa (1 Sam 2:1-26). Ketamakan akan kekuasaan itu mendatangkan kutuk. Nebukadnezar menjadi binatang, demikian pula Hofni dan Penehas mati bersama dalam peperangan dan dari keturunan mereka tidak akan ada yang menjadi kakek (1 Sam 2:27-36).
c. Berkat-berkat materi (Kej 1:29)
Sebelum manusia diciptakan, Tuhan telah menciptakan segala sesuatu dan segala sesuatu itu diserahkan sepenuhnya kepada manusia. Diserahkan untuk dikuasai, ditaklukkan dan dikelola. Materi dan kekayaan adalah alat, fasilitas untuk hidup dan alat untuk memuliakan Tuhan (Ams 3:9;Mat 6:24;1 Yoh 2:15;Yak 4:4).
3. Untuk melahirkan benih ilahi
Benih ilahi juga dapat disebut keturunan ilahi. Apakah keturunan ilahi? Dalam kaitannya dengan kelahiran baru, benih ilahi adalah firman Allah. Sebab firman-Nya sendiri berkata: “Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu adalah firman Allah.” (Luk 8:11)
Sebutan selanjutnya benih ilahi itu adalah orang yang hidupnya menuruti firman Allah, yaitu orang yang hidup benar karena dipimpin oleh Roh Kudus. Karakteristik orang yang telah dilahirkan baru oleh firman dan Roh adalah tidak dapat berbuat dosa.
Surat Yohanes menulis: “Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.” (1 Yoh 3:9). Demikian juga kesaksin Petrus: “Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal.” (1 Pet 1:23)
Dalam kaitannya dengan perkawinan, benih ilahi yang dimaksud ialah kekudusan, yaitu keturunan yang dilahirkan oleh orang-orang kudus. Nabi Maleakhi menuliskan: “Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.”(Mal 2:15). Tabiat dari orang-orang yang dilahirkan secara demikian sama dengan tabiat orang-orang yang lahir baru, yaitu tidak berbuat dosa.
Ayat di atas menerangkan tentang bagaimana bangsa Israel yang telah ditetapkan menjadi umat pilihan, umat yang dikuduskan, umat yang dilahirkan oleh firman Allah dan oleh Roh-Nya; telah berkhianat melakukan kawin campur dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sehingga menyebabkan mereka tidak hidup dalam kebenaran. Keluarga yang hidup secara demikian tidak mungkin berkenan kepada Allah, apalagi menjadi saksi yang memuliakan Allah.
4. Untuk memuliakan Allah
Perhatikan kembali pernyataan Allah dalam Kej 1:27. Di sana Allah menyebut manusia itu dengan kata “dia” dan “mereka”. Ketika “dia” itu telah menjadi “mereka”, kemudian Allah menetapkan rencana-Nya atas mereka. Kita perhatikan ayat ini: “Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.” (Yes 43:21).
Umat dimaksud bisa berarti seorang pribadi, sebuah keluarga, Gereja atau pun bangsa. Keluarga adalah bagian dari sekian ciptaan Allah yang harus juga memasyhurkan nama Allah (Ef 2:19,20).
Sebagai keluarga Allah, keluarga Kristen harus hidup menurut hukum-hukum Allah. Hidup bergaul dengan Allah dan menghadirkan Kristus sebagai Kepala, sehingga Allah berkenan diam di dalam keluarga kita (2 Taw 7:16).
Hal demikian akan membawa dampak dalam hubungan keluarga dan berkat-berkat atas keluarga. Dampak berikutnya adalah munculnya kesaksian hidup, sehingga orang lain dapat mengenal Allah melalui kehidupan keluarga orang percaya. Naaman, panglima tentara bangsa Aram yang berobat di Israel dari penyakit kustanya, memberi pernyataan demikian: “Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel.”(2 Raja 5:15) Mengapa dia berkata demikian? Karena dia mengalami mujizat dan melihat kesaksian, bahwa kesembuhannya dikerjakan oleh Allah Israel.
Demikian pula pada zaman rasul-rasul. Jemaat mula-mula yang hidup dengan penuh kasih menarik hati banyak orang, sehingga Tuhan menambah-nambahkan bilangan mereka dengan orang-orang yang baru bertobat. (Kis 3:41-47; 4: 32-36)

Tuhan memberkati kita.

This entry was posted on 8 Januari 2013. 1 Komentar